Monday, December 29, 2008

Deepest Point

0

Memang lumrah, hidup umpama roda, kadangkala di atas, tidak terkecuali di bawah.

Jerkah si gila dalam filem Ayat-Ayat Cinta, "TUHAN sedang berbicara kepadamu tentang SABAR dan IKHLAS".

Saya tertunduk. Bicara Bijaksana si gila - mengajar saya tentang betapa saya ini hamba.

Kita lihat, betapa di Fahri, seorang pemuda beriman, kuat ibadahnya, kaya pula ilmunya, diuji fitnah zina. Kita perhati pula, peri si zaujah, gadis bertudung litup, berpurdah pula, bertaqwa juga, diuji dengan keraguan akan kesetiaan si suami.

Kita ini hamba.

No Response to "Deepest Point"